#UPERP11T01C - Travelling lebih mudah dengan Sharing Economy
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, ^-^
Hallo semuanya!!
Kali ini saya akan membahas tentang aplikasi sharing economy. Mungkin istilah sharing economy sudah tidak asing lagi di telinga kita, dan sebagian besar dari kita juga hampir dapat dipastikan pernah menggunakan aplikasi berbasis sharing economy ini.
Menurut The Financial Times, sharing economy adalah a disruptive economic form that unleashes new sources of supply atau kalau terjemahannya, suatu bentuk ekonomi yang disruptif yang melepaskan sumber-sumber suplai baru. Jadi prinsip kerjanya adalah dengan menganalisa adanya kebutuhan dan sumber daya, kemudian menghubungkan keduanya dengan suatu sistem atau aplikasi. Dengan demikian, tidak hanya pemilik aplikasi yang mendapatkan keuntungan, namun pemilik aset atau sumber daya yang ikut serta, mendapatkan keuntungan dari hasil pemanfaatan asetnya tersebut.
Salah satu aplikasi berbasis sharing economy adalah Airbnb. Bagi para traveller, aplikasi ini pastinya sudah tidak asing lagi. Tak jarang pula para traveller memanfaatkan Airbnb dalam setiap perjalanannya. Airbnb sendiri adalah suatu aplikasi yang menjadi wadah untuk para pemilik aset berupa penginapan untuk dapat menyewakan penginapan tersebut.
Apabila kita analisa, dengan basis sharing economy, Airbnb dapat memberikan keuntungan pada 3 pihak. Yang pertama tentunya adalah keuntungan bagi pemilik aplikasi itu sendiri, dimana sang pemilik aplikasi mendapatkan keuntungan dari setiap transaksi yang terjadi sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan. Pihak kedua adalah pemilik aset, dalam hal ini penginapan, yang mendapatkan keuntungan dari hasil penyewaan penginapan. Dengan adanya aplikasi ini, pemilik aset memperoleh peluang pasar yang lebih besar karena aplikasi ini dapat digunakan oleh siapa pun tanpa adanya batasan negara.
Tak kalah penting, pihak ketiga yang mendapatkan keuntungan adalah konsumen, atau pengguna aplikasi (termasuk saya, haha). Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya aplikasi ini sangat mempermudah konsumen dalam mendapatkan produk sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya Airbnb, disini mereka menyediakan segala jenis penginapan, baik itu bentuknya room, dormitory, maupun private house. Kapasitas yang ditawarkan juga sangat beragam, mulai dari 1 hingga 16 orang tamu. Sehingga apabila kita sedang liburan dengan teman-teman dengan jumlah yang cukup banyak, Airbnb bisa sangat membantu karena kita bisa menyewa satu unit private house yang tentunya tidak akan membuat kita merogoh kocek lebih tinggi dibandingkan dengan menyewa kamar di hotel.
Begitulah pesatnya perkembangan zaman dan teknologi, serta kemampuan manusia dalam menghubungkan peluang dengan teknologi. Bagi saya pribadi, aplikasi berbasis sharing economy ini sangat membantu saya dalam menjalankan aktivitas saya. Terlepas dari masih adanya pro-kontra di Indonesia terkait hal ini, namun menurut saya lebih baik kita mencoba lebih bijak dalam menghadapi adanya perubahan dan perkembangan zaman. Manusia perlu terus beradaptasi untuk dapat hidup. Jika ada yang bilang bahwa kegiatan berbasis aplikasi ini mematikan pasar kegiatan konvensional, bisa jadi ada benarnya. Namun apakah kita harus bersikap kontra terhadap hal tersebut? Mungkin harus dipertimbangkan kembali. Yeah, it's just my opinion, tidak bermaksud menyinggung pihak manapun.
Mungkin sampai disini dulu pembahasan tentang sharing economy. Sampai bertemu lagi dalam pembahasan selanjutnya..
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ^-^
Hallo semuanya!!
Kali ini saya akan membahas tentang aplikasi sharing economy. Mungkin istilah sharing economy sudah tidak asing lagi di telinga kita, dan sebagian besar dari kita juga hampir dapat dipastikan pernah menggunakan aplikasi berbasis sharing economy ini.
Menurut The Financial Times, sharing economy adalah a disruptive economic form that unleashes new sources of supply atau kalau terjemahannya, suatu bentuk ekonomi yang disruptif yang melepaskan sumber-sumber suplai baru. Jadi prinsip kerjanya adalah dengan menganalisa adanya kebutuhan dan sumber daya, kemudian menghubungkan keduanya dengan suatu sistem atau aplikasi. Dengan demikian, tidak hanya pemilik aplikasi yang mendapatkan keuntungan, namun pemilik aset atau sumber daya yang ikut serta, mendapatkan keuntungan dari hasil pemanfaatan asetnya tersebut.
Salah satu aplikasi berbasis sharing economy adalah Airbnb. Bagi para traveller, aplikasi ini pastinya sudah tidak asing lagi. Tak jarang pula para traveller memanfaatkan Airbnb dalam setiap perjalanannya. Airbnb sendiri adalah suatu aplikasi yang menjadi wadah untuk para pemilik aset berupa penginapan untuk dapat menyewakan penginapan tersebut.
Apabila kita analisa, dengan basis sharing economy, Airbnb dapat memberikan keuntungan pada 3 pihak. Yang pertama tentunya adalah keuntungan bagi pemilik aplikasi itu sendiri, dimana sang pemilik aplikasi mendapatkan keuntungan dari setiap transaksi yang terjadi sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan. Pihak kedua adalah pemilik aset, dalam hal ini penginapan, yang mendapatkan keuntungan dari hasil penyewaan penginapan. Dengan adanya aplikasi ini, pemilik aset memperoleh peluang pasar yang lebih besar karena aplikasi ini dapat digunakan oleh siapa pun tanpa adanya batasan negara.
Tak kalah penting, pihak ketiga yang mendapatkan keuntungan adalah konsumen, atau pengguna aplikasi (termasuk saya, haha). Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya aplikasi ini sangat mempermudah konsumen dalam mendapatkan produk sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya Airbnb, disini mereka menyediakan segala jenis penginapan, baik itu bentuknya room, dormitory, maupun private house. Kapasitas yang ditawarkan juga sangat beragam, mulai dari 1 hingga 16 orang tamu. Sehingga apabila kita sedang liburan dengan teman-teman dengan jumlah yang cukup banyak, Airbnb bisa sangat membantu karena kita bisa menyewa satu unit private house yang tentunya tidak akan membuat kita merogoh kocek lebih tinggi dibandingkan dengan menyewa kamar di hotel.
Begitulah pesatnya perkembangan zaman dan teknologi, serta kemampuan manusia dalam menghubungkan peluang dengan teknologi. Bagi saya pribadi, aplikasi berbasis sharing economy ini sangat membantu saya dalam menjalankan aktivitas saya. Terlepas dari masih adanya pro-kontra di Indonesia terkait hal ini, namun menurut saya lebih baik kita mencoba lebih bijak dalam menghadapi adanya perubahan dan perkembangan zaman. Manusia perlu terus beradaptasi untuk dapat hidup. Jika ada yang bilang bahwa kegiatan berbasis aplikasi ini mematikan pasar kegiatan konvensional, bisa jadi ada benarnya. Namun apakah kita harus bersikap kontra terhadap hal tersebut? Mungkin harus dipertimbangkan kembali. Yeah, it's just my opinion, tidak bermaksud menyinggung pihak manapun.
Mungkin sampai disini dulu pembahasan tentang sharing economy. Sampai bertemu lagi dalam pembahasan selanjutnya..
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ^-^
Komentar
Posting Komentar